Gejala Herpes Zoster

Gejala herpes zoster. Sebelum timbul gejala kulit terdapat gejala prodromal (gejala awal) baik sistemik maupun gejala prodromal lokal. Gejala prodromal sistemik berupa demam, pusing , badan lemas. Gejala prodromal lokal (setempat) biasanya berupa nyeri otot tulang, gatal pegal dan kulit kebas.

Bentuk kelainan kulit diawali dengan bercak kemerahan pada daerah bercak kemerahan pada daerah yang sesuai dengan persarafan kulit yang terkena virus (unilateral). Dalam 12-24 jam tampak bintil-bintil berair tersusun berkelompok di atas kulit yang kemerahan tersebut dan akan tumbuh terus, berlangsung selam 1-7 hari kemudian bintil berair tersebut berubah menjadi bintil bernanah dan selanjutnya mengering.

Mukosa dapt juga terkena bentuk sariawan dan luka. Selain itu VVZ dapat menyerang organ dalam. Gejala lainnya dari herpes zoster ini adalah kelainan kulit dapat sembuh sendiri dan luka sembuh spontan setleah dua minggu, tetapi memberikan bentuk jaringan parut. Pada orang tua penyakit ini tampak lebih parah dan lama. Bila kondisi fisik penderita sangat buruk misalnya penderita kanker, HIV dan AIDS, bintil berair di kulit dapat mengandung darah disebut dengan herpes zoster hemoragik.

Kelainan dari gejala herpes zoster ini dapat menyebar ke seluruh bagian kulit tubuh dan disebut dengan herpes zoster generalisata.

Komplikasi akibat dari gejala herpes zoster yang menyebar ke seluruh bagian permukaan kulit ini dapat mengakibatkan komplikasi seperti :

1. Nyeri merupakan gejala yang dialami oleh penderita herpes zoster di awal dan di akhir penyakit.

a. Nyeri akut dialami penderi sebelum ke luar kelainan kulit dan pada saat kelainan kulit muncul.

b. Nyeri pasca herpes zoster (NPH) disebut juga nyeri persisten yaitu rasa nyeri yang timbul pada daerah bekas penyembuhan lebih dari sebulan setelah penyakitnya sembuh.

Nyeri seperti ini sering dijumpai pada pendeirta berumur lebih dari 50 tahunan pada lokasi wajah.

2. Mata

Komplikasi dari gejala herpes zoster ini juga dapat sampai ke bagian mata terjadi apabila ada gangguan saraf cabang pertama nervus trigeminus. Masuknya virus menyebabkan peradnagan dan pembengkakan pada saraf tersebut sehingga sering ditemukan gangguan mata antara lain berupa konjungtivitis, ptotis paralitik, kreatitis epitelial, skleritis iridosiklitis, uveitis dan glaukoma.

3. Sindrom ramsay hunt

Akibat gangguan saraf fasilis dan sraf otikus memberikan gejala lumpuh otot wajah (paralisis bell), telinga bedenging, sakit kepala seperti berputar, gangguan pendengaran dan mual

4. Kelumpuhan

Kelumpuhan otot yang dapat terjadi pada 1-5% kasus yang merupakan akibat dari gejala herpes zoster. Biasanya timbul dalam 2 minggu sejak kelainan kulit muncul, umunnya dapat sembuh spontan.

Posted in Gejala Herpes | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Gejala Herpes Simpleks

Gejala herpes simpleks umumnya terjadi pada bagian bibir dan mulut merupakan gambaran khas dari gejala herpes tersebut. Di bibir tumbuh lenting-lenting atau benjolan kecil berupa bening sebesar sekepala jarum pentul bergerombol. Tumbuhnya di perbatasan selaput merah bibir dengan kulit. Tampak agak kemerahan.

Virus herpes simpleks virus (HSV) banyak ditemukan. Virus ini fmemiliki predileksi pada lokasi-lokasi mukokutan, terjadi baik pada pejamu dengan sistem imun normal atau sistem imun yang tertekan dan ditransimiskan melalui kotank genital atau oral. Ada 2 tipe virus HSV 1 dan HSV 2 yang mempunyai pola klinis dan epidemiologis yang berbeda walaupun juga dapat bertumpang tindih.

Gejala dan bagian tubuh dari virus herpes simpleks

Sebagian besar orang yang mengalami infeksi HSV 1 pada masa anak-anak, sedangkan HSV 2 ditularkan melalui kontak seksual. Infeksi rekuren sering terjadi akibat bentuk alten davirus pada ganglia sensoris. Pemicu terjadinya rekurensi yang telah ditemukan adalah stres, sinar matahari dan trauma lokal.

Gejala herpes simpleks bermula dari rasa gatal. Setelah pecah menjadi perih. Herpes bibir yang sudah sembuh kapan-kapan bisa kambuh lagi. Biasanya kambuh di tempat yang itu-itu lagi. Mungkin disertai tidak enak badan, demam dan nyeri kepala.

HSV mukokutan oral. Sebagian besar infeksi primer bersifat asimtomatik, walaupun demam, dan faringitis atau gingivustomatitis dapat terjadi. Manifestasi yang biasa terjadi berupa herpes labialis rekuren (cold sore). Terdapat gejala prodromal berupa kesemutan atau rasa terbakar, diikuti timbulnya vesikel yang nyeri pada ujung bibir. Lesi oral dapat terjadi. Vesikel sembuh dan membentuk krusta dalam 10 hari.

HSV genital. Pad 80% kasus, penyebabnya adalah HSV tipe 2. Kebanyakan infekisnya besifat asimtomatik. Vesikel yang nyeri timbul pada glans penis, batang penis, atau vulva, perineum dan vagina 2-7 hari setelah kontak. Terdapat disuria. Lebih sering terjadi pada wanita. Demam, malaise, dan limfadenopati inguinal yang nyeri saat ditekan dapat terjadi. Vesikel-vesikel tersebut sering terjadi. peluruhan (shedding) virus yang asimtomatik dapat terjadi dan menyebabkan transmisi kepada pasangan seks.

Virus golongan herpes mencakup antara lain herpes simpleks 1 dan 2. Virus herpes menyebabkan timbulnya lesi kulit dan selaput lendir yang khas dan ditularkan melalui pengeluaran virus (viral shedding) dari lesi. Masa inkubasi untuk kedua jenis virus adalah sekitar 2-24 hari setelah infeksi.

Pada periode prodromal sering timbul lesi. Selama periode prodromal dan saat lesi terbuka, virus bersifat menular dan mungkin berkiar selama 2-6 minggu. setelah infeksi awal, virus mungkin berada pada periode tenang (dorman) di jaras saraf sensorik yang mempersarafi lesi primer. Virus dorman dapat menjadi aktif kembali setiap saat, menyebabkan timbulnya lesi. Reaktivitas suatu infeksi herpes laten dapat terjadi sewaktu pasein sakit, mengalami stres, terpajan sinar matahari berlebihan atau pada saat tertentu daur haid.

Herpes simpleks 2 biasanya menyebabkan infeksi genital atau anus, sedangkan herpes simpleks 1 biasanya merupakan penyebab cold sores di wajah. Namun, kedua virus dapat menginfeksi setiap tempat di tubuh. Infeksi herpes simpleks 2 dianggap sebagai penyakit menular seksual. 

Posted in Gejala Herpes | Tagged , , , , | Leave a comment

Gejala Herpes

Gejala herpes umunya dapat dilihat dengan munculnya gelembung-gelembung kecil di sekitar bagian tubuh yang mudah terlihat oleh mata. Gelembung-gelembung herpes tersebut umumnya berderet pada bagian tubuh yang diserang umumnya terdapat di punggung, tangan dan beberapa bagian di belakang telinga.

Herpes ialah radang kulit yang ditadai dengan pembentukan gelembung-gelembung berkelompok. Gelembung-gelembung ini berisi aira pda dasar peradangan. Ada dua macam penyakit herpes yaitu herpes zoster dan herpes simpleks.

Herpes zooster disebabkan oleh virus Varicella zoster gejalanya yang khas ialah timbulnya gelembung-gelembung kecil, biasanya di daerah punggung. Gelembung-gelembung ini terasa nyeri dan dapat pecah sehingga dapat menimbulkan infeksi bakteri.

Herpes simpleks disebabkan oleh herpes virus hominis (HVH). Ada dua macam HVH yaitu HVH tipe I yang menyebabkan herpes labialis dan keratitis atau HVH tipe II yang menyebabkan penyakit kelamin yang disebut herpes genitalis. Herpes labialis menyerang bibir yang menyebakan rasa panas dan gatal yang dapat ditularkan melalui kontak dengan sekresi di sekitar mulut.

Herpes keratitis merupakan infeksi virus yang mengenai kornea mata yang dapat menimbulkan luka. Herpes genitalis dapat ditularkan melalui hubungan seksual dengan gejala gatal-gatal dan nyeri di daerah kemaluan.

Berbagai infeksi virus pada manusia disebabkan oleh kelompok besar virus DNA. berlainan dnegan infeksi virus lainnya dan mirip infeksi HIV, infeksi akibat virus herpes sukar sekali disembuhkan secara radikal. Sekali masuk ke dalam tubuh, virus herpes praktis tidak dapat dikeluarkan lagi.

Penyebaran virus herpes. Virus ini menular. Menyerupai penyakit cacar. Virus berasal dari cadar herpes tersebar di udara dan masuk tubuh lewat saluran pernapasan.

Penularan terjadi juga lewat bersentuhan langsung dengan cacar herpes atau memalui berciuman. Sedang herpes kelamin ditularkan melalui hubungan seksual.

Tidak semua terjangkit virus herpes. Hanya saja jika daya tahan tubuh menurun, orang yang rentan terserang herpes. Semakin menurunkan daya tahan tubuh, semakin berat penyakitnya. Semakin tua usia pasien, umumnya semakin parah penyakit herpes yang diderita.

Selain pada saat daya tahan tubuh menurun, herpes umumnya bisa kambuh jika :

1. Lama terpapar cahaya matahari
2. Sedang demam tinggi
3. Stress fisik maupun emosi
4. Aktivitas seksual
5. Sehabis operasi
6. Selagi haid
7. Mengkonsumsi makanan atau obat-obatan tertentu. Pada saat herpes kambuh itulah virus herpesnya bangkit dari tidur, lalu bisa pindah menularkan kepada pasangan seksnya.

Posted in Gejala Herpes | Tagged , , , , , | Leave a comment